top of page
Search

Masalah Konservasi di Papua

  • Writer: Mapala Uncen
    Mapala Uncen
  • Apr 19, 2022
  • 2 min read

Terdapat berbagai masalah dalam menentukan usaha konservasi berprioritas tinggi di Papua.



Prioritas Konservasi adalah kegiatan spasial (tata ruang) dalam mensukseskan strategi keseluruhan, yakni memaksimalkan kelestarian alam dan biota Papua pada bidang biologi, ekonomi dan sosial budaya. Prioritas Konservasi turut menghasilkan beberapa rekomendasi tata guna lahan secara efisien namun tetap ilmiah untuk para pembuat kebijakan termasuk pengelola sumber daya alam.


Usaha pelestarian keanekaragaman hayati memerlukan kapasitas sumber daya manusia dan dana yang besar. Papua yang secara luas diakui memiliki kawasan konservasi dengan berprioritas tinggi, memiliki berbagai masalah, termasuk penganggaran dalam konservasi dan minimnya individu yang berkomitmen dan ahli dalam melestarikan keanekaragaman hayatinya. Menilik hal tersebut, perlu dirancang beberapa usaha konservasi yang tepat dan berjangka panjang, mengingat distribusi spesies yang rumit.


Distribusi spesies dan habitatnya juga bervariasi sesuai skala, hal tersebut membuat Prioritas Konservasi menjadi sangat rumit. Contoh, penelitian penetapan prioritas pada tingkat global melalui identifikasi beberapa kawasan-kawasan yang merupakan ekoregion kritis. Berdasarkan kategori yang ada, dapat diketahui bahwa dalam skala regional maupun lokal yang lebih kecil, kawasan yang sama menyatakan spesifikasi yang lebih mengerucut, dan memungkinkan klasifikasi kawasan yang memiliki potensi lebih besar atau sebaliknya. Isu skala turut berdampak pada penentuan prioritas konservasi, karena alur klasifikasi skala luas hanya dapat mengidentifikasi beberapa tipe ekoregion yang utama, selanjutnya penggunaan skala lokal juga mendiferensiasi beberapa subtipe dalam berbagai habitat. Skala yang lebih kecil memungkinkan adanya pencapaian sasaran yang lebih rinci dan akurat sehingga mampu mewakili semua permasalahan ekoregion. Jika hal tersebut diperhatikan, maka tindakan konservasi yang diambil akan menjadi lebih sesuai menurut masing-masing kawasan lokal.


Menilik bermacam masalah yang disebutkan sebelumnya, pendekatan prioritas konservasi yang dikaji paling sesuai bagi Papua yakni menentukan region berdasarkan kehadiran jenis vertebrata yang sudah teridentifikasi, daerah-daerah endemik, agen jenis dan habitat, atau perpaduan semua unsur tersebut. Informasi ilmiah keanekaragaman hayati Papua saat ini belum terdata dengan detail. Hal tersebut adalah masalah urgen untuk menentukan prioritas dan fokus konservasi di Papua. Selain itu, masalah perbedaan data pada berbagai spesies juga mempersulit penentuan prioritas. Permasalahan- permasalahan tersebut menunjukkan bahwa adanya keterbatasan dalam perolehan informasi spesies di Papua. Minimnya inventarisasi spesies di Papua menjadi kendala peneliti kehutanan untuk mendapatkan akses penelitian, minimnya kesempatan dan besarnya pengeluaran untuk penelitian untuk ilmuwan Indonesia. Dampaknya, lokasi-lokasi dan distribusi spesies tidak mampu diidentifikasi dengan tepat. Di sisi lain, pakar taksonomi belum memadai dalam mengidentifikasi spesimen secara tepat. Lemahnya koordinasi pada lembaga-lembaga yang menampung data biologis menyebabkan sulitnya akses informasi, termasuk untuk ilmuwan lokal. Hal tersebut menyebabkan minimnya kajian-kajian ekologi terhadap beberapa takson tertentu.


 
 
 

Comments


bottom of page