Pemanasan Global Mengancam Kopi Arabika Papua
- Mapala Uncen
- Apr 19, 2022
- 2 min read
Kopi Arabika Papua yang ditanam pada daerah dataran tinggi Papua memiliki cita rasa yang khas.

Kopi Arabika Papua dikenal sebagai salah satu kopi terbaik di dunia. Keunikan yang dimiliki oleh Kopi Arabika Papua berasal dari alam yang masih sangat terjaga. Kopi tersebut ditanam pada wilayah dataran tinggi Papua seperti di Yahokimo, Intan Jaya, Pegunungan Bintang hingga Dogiyai, yang mana daerah tersebut memiliki kisaran suhu yang rendah (15 - 21 °C).
Suhu yang ideal bagi pertumbuhan kopi menjadi faktor lingkungan yang perlu diperhatikan. Mengingat suhu adalah faktor penting bagi Kopi Arabika, pemanasan global kini menjadi ancaman besar. Perubahan iklim yang lambat laun mempengaruhi suhu rata-rata di dataran tinggi Papua, tentunya menjadi suatu kekhawatiran bagi Kopi Arabika di wilayah-wilayah dataran tinggi Papua. Berdasarkan hal tersebut, maka diketahui bahwa suhu rendah saat ini sangat baik pada perkembangan kopi tersebut. Dikutip dari Jurnal Horticultural Science, Drinan dan Menzel menyatakan bahwa suhu yang rendah membantu perkembangan kuncup bunga dan memaksimalkan jumlah perbungaan pada kopi.
Tidak dapat dipungkiri lagi jika perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi dataran tinggi Papua. Salah satu dampak yang nyata dapat kita lihat dari lelehnya gletser di Puncak Jaya. Dikutip dari Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, Permana dkk. (2019) menyatakan bahwa lapisan es di Puncak jaya meleleh 5,4 kali lipat lebih cepat dalam 8 tahun terakhir. Melihat salah satu kasus tersebut, maka perlu dilakukan penanganan serius untuk menjaga suhu ideal dataran tinggi Papua demi pertumbuhan dan perkembangan Kopi Arabika Papua. Upaya yang dapat dilakukan yakni melindungi eksistensi hutan tropis dan reboisasi pada lahan kosong.

REFERENSI ↗ Drinnan, J.E. and Menzel, C.M., 1995. Temperature affects vegetative growth and flowering of coffee (Coffea arabica L.). Journal of Horticultural Science, 70(1), pp.25-34.
↗ Permana, D.S., Thompson, L.G., Mosley-Thompson, E., Davis, M.E., Lin, P.N., Nicolas, J.P., Bolzan, J.F., Bird, B.W., Mikhalenko, V.N., Gabrielli, P. and Zagorodnov, V., 2019. Disappearance of the last tropical glaciers in the Western Pacific Warm Pool (Papua, Indonesia) appears imminent. Proceedings of the National Academy of Sciences, 116(52), pp.26382-26388.


Comments